Inilah Alasan Kenapa Iuran BPJS Naik


BPJS menyetujui rencana kenaikan iuran yang diajukan oleh Dewan Jaminan Kesehatan Nasional atau DJKN untuk mengatasi defisit dana namun kenaikan ini belum disetujui oleh DPR.

Dana BPJS kesehatan defisit berbagai cara telah dilakukan agar lembaga pendanaan kesehatan ini tetap melayani kesehatan masyarakat, sesuai peraturan pemerintah nomer 87 tahun 2013 pemerintah akhirnya untuk mengusulkan kenaikan iuran BPJS kesehatan, namun rencana ini masih belum diaminin oleh seluruh anggota dewan menteri keuangan Sri Mulyani Menegaskan tanpa persetujuan DPR usulan kenaikan iuran akan tetap dilaksanakan.

Dan untuk secara peraturan perundang-undangan memang tidak diharuskan untuk mendapatkan persetujuan DPR untuk iuran karena itu adalah dalam DJSN yang memberikan rekomendasi kepada Presiden namun secara politis ini menggantung maka defisit BPJS juga akan terus menggantung.

Ada dua usulan berbeda menurut Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) iuran kelas satu naik menjadi 120 ribu rupiah, kelas dua menjadi 80 ribu rupiah, sementara kelas tiga naik menadi 42 ribu rupiah. Sementara usulan dari mentri keuangan naik lebih tinggi kelas satu menjadi 160 ribu rupiah, kelas dua menjadi 120 ribu rupiah, dan kelas tiga sama besarannya menjadi 42 ribu rupiah.

Usulan kenaikan ini akan dilaporkan kepada Presiden Jokowidodo jika nantinya diputuskan naik iuran baru akan mulai diterapkan pada tahun 2020. BPJS kesehatan telah berjalan selama 6 tahun dalam 1 tahun terakhir defisit pendanaan BPJS kesehatan mencapai 29 triliun rupiah.

About Tips dan Tutorial

Terimakasih sudah berkunjung ke situs kami, silahkan berkomentar yang baik dan relevan sesuai isi topik postingan yang di atas..

0 komentar:

Posting Komentar