Misteri Kesenian Tradisional Nini Thowong, Hingga Ritual Pemanggilan Roh - Tips Tutorial Bersama

Sabtu, 05 Juni 2021

Misteri Kesenian Tradisional Nini Thowong, Hingga Ritual Pemanggilan Roh

Tenang dan jauh dari hiruk pikuk kota dengan kearifan lokalnya, seperti itulah suasana saat kita mengunjungi wilayah pedesaan, khususnya di pulau Jawa. Hal inilah juga yang akan kamu temukan jika mengunjungi dusun Grudo di kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Sekilas desa ini tampak seperti desa lain di pulau jawa, bedanya kamu akan merasakan sensasi lain di dusun ini pada malam hari. Karena dari dusun selatan Yogyakarta inilah ada sebuah permainan kesenian tradisional berbalut aura mistis berasal, permainan tersebut bernama Nini Thowong.

1. Sejarah Permainan Nini Thowong

Sekitar tahun 1938, konon seorang pawang Nini Thowong pertama di Dusun Grudo bernama Udi Saputro menciptakan permainan Nini Thowong. Awalnya permainan ini diciptakan sebagai media hiburan masyarakat setempat setelah melaksanakan panen raya.

Dikemudian hari Nini Thowong juga ternyata digunakan oleh masyarakat Dusun Grudo untuk medium pengobatan, ketika itu jika ada warga yang sakit maka pawang setempat akan memainkan Nini Thowong untuk kemudian menanyakan apa obatnya.

Nini Thowong akan di bawa ke hutan sekitar untuk menunjukan tanaman apa yang bisa digunakan sebagai obat, setelah bahan tanaman obat itu di dapat, Nini Thowong akan ditanyakan lagi bagimana cara membuatnya.

Baca Juga : Misteri Gunung Peyek Dan Goa Segara Kahuripan

Nini Thowong sendiri berasal dari kata "Nini" yang berarti "Wanita" dan "Thowong" yang berarti menyerupai manusia. Awalnya tubuh Nini Thowong terbuat dari bambu dan jerami, sedangkan bagian kepalanya terbuat dari tempurung kelapa berhias dedaunan dan beberapa jenis bunga.

Nini Thowong diberikan pakaian yang lengkap sedemikian rupa hingga menyerupai sosok seorang wanita, yang menarik adalah konon dedaunan dan bunga yang akan dipakai sebagai hiasan kepala tidak boleh sembarangan, hanya boleh berasal dari pemakaman setempat yang dikeramatkan.

Boneka yang telah dibuat menyerupai wanita ini nantinya akan di isi roh yang dipanggil dan dikendalikan oleh sang pawang, dan ketika boneka Nini Thowong sudah berisi, maka ia akan mulai bergerak dan menari mengikuti iringan musik dan lagu dari para pengiringnya.

2. Ritual Pemanggilan Roh

Setelah boneka selesai di dandani, proses ritual pemanggilan arwah pun segera dimulai. Rombongan akan berjalan dari aula desa setempat menuju makam desa, rombongan dipimpin oleh seorang pawang yang bertugas melakukan pemanggilan roh dan kemudian dimasukkan ke dalam boneka Nini Thowong.

Sang pawang juga bertugas menjaga keselamatan seluruh rombongan agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama proses pemanggilan. Setibanya di area makam, pawang Nini Thowong langsung menuju kesebuah pohon jati besar disudut area pemakaman, yang jika dilihat dari ukurannya diperkirakan pohon jati tersebut sudah berumur lebih dari seratus tahun.

Sang pawang pun langsung memulai merapalkan doa-doa dan melakukan beberapa ritual untuk mengisi boneka Nini Thowong. Setelah ritual berhasil dilakukan, barulah pawang meminta rombongan untuk menyalakan obor yang sebelumnya sudah dipersiapkan untuk kemudian mengiringi boneka Nini Thowong kembali menuju aula desa. Dan dengan selesainya ritual pemanggilan roh maka permainan Nini Thowong pun siap dimulai.

3. Tarian Sang Nini Thowong

Empat orang memainkan Nini Thowong dan mereka memegang bagian bawah boneka, seiring mulainya alunan gamelan boneka Nini Thowong mulai bergerak menari. Selama permainan pawang terus memantau pergerakan roh yang berada di dalam boneka Nini Thowong.

Konon dahulu pernah ada orang yang tidak percaya dan meremehkan permainan tradisional yang satu ini, dan tanpa diduga-duga boneka Nini Thowong mengejar dan bergerak seolah sedang memukuli orang. Meskipun bagi sebagian orang permainan Nini Thowong dinilai cukup menyeramkan karena melibatkan roh di dalamnya, siapa sangka bahwa roh yang dipanggil tersebut bisa bersikap manja.

Baca Juga : Misteri Di Balik Pintu Terlarang, Sphinx Benarkah Meyimpan Rahasia Dunia?

Satu hal yang sangat disayangkan adalah bahwa saat ini hanya tersisa Mbah Peran sebagai satu-satunya pawang Nini Thowong yang tersisa, belum ada lagi yang bisa meneruskan posisi Mbah Peran sebagai pawang. Hal ini juga berarti kesenian Nini Thowong terancam punah.

Penutup

Melestarikan kesenian dan tradisi adalah kewajiban kita bersama, tanpa ada kesadaran kita maka kelak kesenian unik macam Nini Thowong tidak akan lagi bisa dinikmati oleh anak cucu kita.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

Anda diperbolehkan untuk menyalin semua isi artikel atau link download dari blog kami ini, hanya saja dengan syarat menyertakan sumber dari blog ini.

Jika Anda menyertakan sumber dari blog kami, maka Anda tidak akan mengalami masalah teguran "Hak Cipta Dari Saya" yang dapat menyebabkan terjadinya masalah pada blog Anda.