5 Pemimpin Paling Sadis Di Zaman Perang Dunia Ke-2 - Tips Tutorial Bersama

5 Pemimpin Paling Sadis Di Zaman Perang Dunia Ke-2

Banyak kejadian disepanjang sejarah dunia yang menyisakan tentang cerita paling mengerikan dan menakutkan yang pernah manusia ketahui. Tidak bisa dibayangkan kisah-kisah sejarah ini menggambarkan kengerian dan kejahatan yang sudah dilakukan oleh manusia yang meninggalkan begitu banyak ceceran darah di tanah dan menyisakan aroma kematian disepanjang sejarah manusia.

Pembantaian yang masuk akal dalam sejarah manusia itu disebut Genosida. Genosida adalah pembantaian besar-besaran terhadap manusia dengan disengaja dan sistematis secara keseluruhan atau pun sebagian. Mulai dari pembantaian kelompok etnis, ras, agama, atau pun kelompok bangsa baik dimasa lalu atau pun saat ini.

Kisah Genosida ternyata lebih menyeramkan dari film horor yang pernah kita lihat. Dan daftar ini adalah daftar kompilasi dari kejadian pembantaian atau Genosida yang dilakukan oleh para pemimpin buruk dalam catatan sejarah manusia dan akan selalu diingat oleh dunia.

1. Pol Pot / Khmer Merah: Genosida (2.500.000 Jiwa)

Pembantaian yang dilakukan oleh Kelompok Khmer Merah selama Rezim Komunis Kampuchea Demokratik yang dimpimpin oleh Pol Pot menewaskan lebih dari 20% populasi Kamboja antara 1975 - 1979. Khmer Merah adalah cabang militer partai komunis Kampuchea atau nama Kamboja pada saat itu. Pada tahun 60an dan 70an, Khmer Merah melakukan perang gerilya melawan rezim Shihanouk dan Jenderal Lon Nol pada 17 April 1975.

Khmer yang dipimpin oleh Pol Pot berhasil menggulingkan kekuasaan dan berhasil mempimpin Kamboja. Cuma beberapa hari saja rezim baru ini sudah menghukum mati sejumlah besar rakyat Kamboja yang tadinya bergabung dengan rezim Lon Nol. Penduduk Penompeh dan juga penduduk di Provinsi lain terpaksa keluar dari kota dan pindah ke daerah-daerah penampungan.

Baca Juga : Rahasia Tersembunyi Peradaban Mesir Kuno Yang Belum Banyak Diketahui

Dan seketika Penompeh menjadi kota mati, perekonomian diseluruh negeri berubah dibawah garis keras komunis. Mata uang pun hilang dari peredaran, akibat dari semua itu adalah terjadinya kelaparan dan wabah penyakit besar-besaran di daerah tersebut. Dan selama 44 bulan berikutnya jutaan orang Kamboja menjadi korban teror dari Khmer Merah.

Para pengungsi yang berhasil lari ke Thailand menceritakan kekejaman kelompok ini yang antara lain menghukum mati anak-anak hanya karena mereka tidak lahir dari keluarga petani. Selain itu orang-orang keturunan Vietnam dan China juga turut diteror dan dibunuh, dan siapa pun yang disangka sebagai orang berpendidikan atau menjadi anggota dari keluarga pedagang pasti dibunuh dengan cara dipukul sampai mati.

Bukan dengan cara ditembak, dengan dalih untuk menghemat amunisi. Masa 4 tahun, kekuasaan Pol Pot dan Khmer Merah adalah masa yang membuat seluruh dunia geger. Khmer Merah berupaya mentransformasi Kamboja menjadi sebuah negara dengan konsep Agrarianismenya. Rezim Khmer juga menyatakan tahun kedatangan mereka sebagai tahun 0 atau years zero.

Mata uang dihapuskan, layanan pos dihentikan, Kamboja diputus hubungannya dengan luar negeri, hukum Kamboja juga dihapuskan. Rezim Khmer Merah dalam kurun waktu tersebut diperkirakan telah membantai sekitar 2 juta orang Kamboja, dan ada sekitar 343 ladang pembantaian yang tersebar diseluruh wilayah Kamboja, Choeung Ek adalah ladang pembantaian yang paling terkenal. Disini sebagian besar korban yang di eksekusi adalah para intelektual dari Penompeh.

2. Hideki Tojo: Genosida (5.000.000 Jiwa)

Hideki Tojo bertanggung jawab atas pemboman di Pearl Harbor yang diklaim memakan korban hidup hampir 2.400 orang. Hideki Tojo adalah Perdana Menteri Jepang ke-40 dengan masa jabatan 1941 - 1944 di masa perang dunia ke-2. Tojo adalah orang yang sangat agresif, dan menariknya Tojo sangat mengidolakan Adolf Hitler.

Pada saat dia berkuasa menjadi Jenderal Perang Jepang dan Perdana Menteri, Tojo menginginkan Jepang bergabung dengan Jerman dan Italia. Tapi keinginannya tidak pernah terlaksana. Sebagai Jenderal Perang Tojo sudah melakukan berbagai Agresi Militer yang mengerikan, diantaranya pembantaian masal di Nanking, China pada tahun 1937.

Yang dikenal sebagai Rape of Nanking yang memakan korban berkisar 200.000 - 350.000 warga sipil. Pembantaian ini adalah pembantaian warga sipil terburuk dalam sejarah abad ke-20 dan lebih dari 230.000 orang menjadi korban dalam percobaan senjata biologi dan kimia di fasilitas penelitian di Pingfang.

Pingfang ini adalah fasilitas penelitian senjata biologis terbesar di dunia. Tojo ditangkap pada 1945 dan dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Militer Internasional, dan Tojo pun dihukum gantung pada 23 Desember 1948.

3. Adolf Hitler: Genosida 11 Juta Jiwa

Holocaust memang pantasnya disandingkan dengan nama Adolf Hitler. Holocaust adalah salah satu Genosida atau pembantaian besar-besar secara sistematis terhadap satu suku bangsa atau kelompok dengan maksud memusnahkan atau membuat punah bangsa tersebut. Holocaust dilakukan Jerman Nazi terhadap kelompok, baik itu kelompok etnis, agama, bangsa, dan sekuler pada waktu perang dunia ke-2.

Holocaust dimulai pada tahun 1933 sewaktu pada masa kekuasaan Nazi dan berakhir pada tahun 1945 saat runtuhnya Nazi di Jerman. Korban utama dari Holocaust adalah bangsa Yahudi di Eropa yang diperkirakan memakan korban 6 juta jiwa. Genosida Holocaust dicetuskan oleh Adolf Hitler dengan cara penyiksaan, penembakan, atau pun gas beracun di kamp-kamp Yahudi atau pun kamp-kamp di konsentrasi.

Baca Juga : Rahasia McDonalds Yang Mungkin Kalian Tidak Ketahui

Holocaust didasari kebencian Jerman terhadap kaum Yahudi, dan saat Jerman dengan Nazinya berkuasa berbagai kebijakan pun muncul untuk menekan Yahudi. Misalnya dengan memboikot segala hal tentang Yahudi, dan pada tanggal 15 September 1935 keluarlah Nuremberg Laws atau Hukum Nuremberg yang berisi keputusan seputar pencabutan hak Yahudi di Jerman.

Nuremberg Laws juga melarang pernikahan dan hubungan seks antara bangsa Jerman dengan kaum Yahudi. Selain dari kaum Yahudi sendiri, ada kelompok-kelompok lainnya yang turut menjadi korban Holocaust ini. Antara lain adalah bangsa Polandia, Rusia, Suku Slavia, orang yang mengidap cacat atau pun cacat mental, Homoseksual, Saksi Yehuwa, Kaum Komunis, Suku Gipsy, dan lawan-lawan politik Nazi. Mereka juga ditangkap dan dibantai. Kalau ditambah dengan kelompok-kelompok ini, maka total jumlah korban Holocaust bisa mencapai 11 juta jiwa.

4. Joseph Stalin: Genosida 23 - 60 Juta Jiwa

Joseph Vissarionovich Stalin, Joseph Stalin adalah pemimpin Uni Soviet dan seorang pemimpin diktator yang dikenal juga dengan julukan Manusia Baja yang bisa kita lihat dalam penggalam namanya, yaitu Stalin atau Steel Man. Stalin dimasa pemerintahannya diperkirakan telah memerintahkan pembantaian sekitar 30 juta korban jiwa penduduk Rusia atau Uni Soviet pada saat itu.

Stalin juga dikenal sebagai seorang yang anti agama, Stalin tampil sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet. Dan saingan utama Stalin adalah Leon Trotsky. Dan akhirnya ketika seluruh partai berada dalam genggaman Stalin, Trotsky berhasil diusir keluar dari Uni Soviet dan kemudian dibunuh di Meksiko sekitar tahun 1940.

Lalu Stalin kemudian berhasil mengkonsolidasikan kekuasaannya setelah kematian Vladimir Lenin tahun 1924. Dan dia memperluas fungsi perannya, dan dia juga melakukan pembersihan para oposisi yang berlawanan prinsip dengannya. Stalin tetap sebagai Sekjen sampai pos dihapuskan pada tahun 1952 dan merangkap sebagai Perdana Menteri Uni Soviet dari tahun 1941 dan seterusnya.

Stalin memperlakukan saingannya atau siapa pun itu yang berseberangan pendapat dengannya, dengan cara kejam tidak manusiawi. Terutama pada masa pembersihan besar-besaran di Uni Soviet yang memakan banyak korban jiwa, mereka semua dihukum mati sebagai musuh negara Soviet atau dijebloskan ke dalam kamp-kamp kerja paksa atau pun di penjara. Kamp tahanan gulag adalah saksi bisu kekejaman Stalin pada masa teror besar di Uni Soviet.

5. Mao Zedong: Genosida 63 Juta Jiwa

Dengan total korban yang diperkirakan 63 juta kematian dihubungkan kepada kepemimpinan bergaya diktator Mao Zedong yang merupakan Founding Fathers Republik Rakyat China dan Presiden Republik Rakyat China dengan masa jabatan 1954 - 1959. Penyebab utama Genosida atau pembantaian besar-besaran tersebut dikarenakan revolusi kebudayaan China di tahun 1949 - 1976.

Mao Zedong melakukan upaya pembersihan kepada kelompok masyarakat yang anti kebijakan pemerintahannya. Dan pembantaian terbesar dibawah kepemimpinannya ditahun 1958 dengan agenda 5 tahun yang bernama Great Leap Forward atau Lompatan Besar yang menyebabkan sekitar 30 juta petani miskin yang dibiarkan mati kelaparan.

Baca Juga : Superhero Marvel Terkuat Yang Memiliki Kekuatan Luar Biasa Nyaris Seperti Tuhan

Dan kejadian ini adalah kejadian kelaparan terbesar yang dicatat dalam sejarah dunia. Dan diperkirakan juga sekitar 30 juta rakyat China meninggal selama revolusi kebudayaan pada tahun 1966 - 1976, dimana jutaan orang disiksa, dipenjara, dibunuh, dan hilang.

Bagikan artikel ini

Anda diperbolehkan untuk menyalin artikel yang ada diblog ini dengan syarat menyertakan link sumber. Jadi blog Anda tidak akan dihapus, deindex, dan adsense Anda juga tidak akan menerima keluhan hak cipta dari saya. Terimakasih banyak atas kerja samanya.