Menguji Nyali Di Tempat Terbengkalai, Hingga Membeli Jembatan Tidak Terpakai -->

Menguji Nyali Di Tempat Terbengkalai, Hingga Membeli Jembatan Tidak Terpakai

Bagi pencinta olahraga ekstrim, kalian pasti sudah pasti memiliki tempat atau arena tersendiri untuk menyalurkan adrenalin. Tapi tahukah kalian kalau ternyata ada beberapa arena menguji adrenalin di tempat yang sudah jarang atau bahkan tidak terpakai. Tempat terbengkalai yang tadinya sepi bahkan sudah tak terawat lagi, disulap oleh sekelompok orang menjadi tempat untuk menguji adrenalin yang bersertifikat.

Selain sudah mengantongi izin untuk membangun arena olahraga ekstrim, tempat tersebut juga di sediakan pengamanan yang maksimal. Nah, seperti apa rasanya bisa menguji nyali di tempat terbengkalai, berikut tempat-tempat sepi yang berhasil di sulap untuk menguji nyali yang telah berhasil kami rangkum sendiri.

1. Membeli Jembatan Tidak Terpakai

Cinta itu buta, ketika sudah jatuh cinta kepada sesuatu apapun akan dilakukan untuk mewujudkannya. Itu juga yang dialami sekelompok orang di Kentucky, Amerika Serikat, kecintaan mereka pada bungee jumping membuat 4 sekawan ini rela membeli sebuah jembatan yang tidak terpakai, untuk di sulap menjadi arena bungee jumping.

Baca Juga : Menatap Ajal Di Arena Balap, Korban Keganasan Arena MotoGP

Young's High Bridge adalah jembatan jalur kereta yang sudah tidak terpakai dan akan dihancurkan, tapi kini jembatan yang berusia lebih 100 tahun ini siap menemani Anda menguji nyali dengan melompat dari ketinggian 73 meter di atas permukaan sungai. Sebelum bisa datang kesini, pastikan Anda sudah mendaftarkan diri secara online.

2. Berayun Dari Atap Stadion Bola

Big Rush merupakan salah satu ayunan tertinggi di dunia, menurut Guinnes of World Record sejak 2011 lalu. Ayunan di tempat ini bukanlah sebuah ayunan biasa yang terbuat dari tali dan tempat duduk. Big Rush merupakan sebuah ayunan tali di atas Stadion Moses Mabhida, Durban, Afrika Selatan.

Untuk bisa berayun dari ketinggian 80 meter tersebut, Anda harus menaklukan 352 anak tangga dan berjalan di atas jembatan kecil menuju ke tengah Stadion. Kecepatan angin di atas sana sekitar 120 km/jam.

3. Meluncur Di Atas Bekas Tambang Tua

Wahana menantang adrenalin lainnya adalah di pegunungan Wales, Bethesda, Wales Utara, Inggris. Zipworld Velocity 2 merupakan sebuah arena berseluncur di udara tercepat di dunia dan terpanjang di Eropa, Velocity 2 terbentang di sepanjang 1.555 meter di atas sebuah arena bekas tambang batu tulis bersejarah di Bethesda. Tapi kabel untuk permainan flying fox ini hanya sekitar 365 meter saja.

Flying fox ini terdiri dari 4 kabel yang akan menggantung Anda terikat pada pengaman dengan posisi meluncur tengkurep layaknya superman, untuk merasakan meluncur dengan kecepatan 160 km/jam Anda harus membayar 99 euro atau sekitar 1,7 juta rupiah untuk orang dewasa dan 65 euro atau sekitar 1,2 juta rupiah untuk anak-anak.

4. Bungee Jumping Di Bekas Menara Pendingin

Bungee Jumping identik dengan anak muda yang gemar memompa adrenalin, tapi apakah Anda berani untuk melompat dari atas menara bekas pembangkit listrik setinggi 100 meter. Salah satu tempat ekstrim untuk menguji nyali ini ada di kota Soweto Afrika Selatan terletak 25 km dari Johannesburg, Orlando Tower adalah bekas menara pendingin yang berhenti beroperasi pada 1998.

Awalnya dinding menara ini diubah menjadi canvas raksasa oleh para seniman kreatif lokal disana, tidak berhenti sampai disitu pada 2009 dibangun sebuah pijakan yang akhirnya menjadi sebuah jembatan yang menghubungkan kedua menara.

Baca Juga : Adakah Yang Tahu Nama Dari Hewan-Hewan Ini, Makhluk Apa Ini Sebenarnya

Pengunjung diperbolehkan untuk merasakan sensasi melompat dari ketinggian 100 meter atau hanya sekedar melihat pemandangan kota Soweto, untuk bisa merasakan ketinggian 100 meter tersebut Anda harus membayar 450 rand atau sekitar 400 ribu rupiah.

5. Memanjat Bangunan Tidak Terpakai

Kletterturm Leipzig adalah sebuah menara air terbuat dari bata tua yang saat ini sudah beralih fungsi menjadi panjat dinding di kota Leipzig, Jerman. Menara air ini dibangun pada1907 untuk memasok air ke daerah tersebut, lalu ditinggalkan pada tahun 1977.

Menara ini sempat terlupakan sampai akhirnya seorang pendaki professional menjadikannya sebagai tempat pelatihan mendaki gunung Everest. Pada 2001 seluruh menara diubah menjadi fasilitas pendakian tiga lantai yang menggabungkan sensasi mendaki di dalam dan di luar ruangan.

Terdapat dinding untuk para pemula dan juga pendaki mahir serta restoran untuk tempat bersantai. Para pendaki bisa merasakan mendaki dinding menara setinggi 40 meter atau hanya sekedar menonton mereka yang sedang mendaki.

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
PERHATIAN : Kalian boleh mengcopy paste semua isi dari postingan yang telah kami buat ini. Tapi kalian harus mencantumkan link sumber dari postingan tersebut, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan baik untuk kalian maupun kami.
Disqus Comments