Emak-Emak Berdaster Berhasil Panggil Buaya Berkalung Ban Di Palu - Tips Tutorial Bersama

Jumat, 04 Desember 2020

Emak-Emak Berdaster Berhasil Panggil Buaya Berkalung Ban Di Palu

Pada bulan januari lalu sempat viral mengenai keberadaan Buaya Berkalung Ban di Palu, keberadaan buaya tersebut berhasil memancing perhatian dunia internasional dan bahkan menggerakkan hati Panji si petualang dan juga presenter asal Australia "Matt Wright" serta rekannya seorang pakar reptil untuk membantu melepaskan buaya dari ban yang sudah bertahun-tahun melilit lehernya tersebut.

Namun sayang misi tersebut belum berhasil, belakangan ini publik dibuat terkejut lantaran buaya malang tersebut kembali muncul ke permukaan setelah dipanggil oleh seorang emak-emak sehingga menjadi viral.

Setelah keberadaannya sempat tak diketahui selama berbulan-bulan pasca misi penyelamatan yang gagal pada bulan januari lalu, buaya berkalung ban di sungai Palu, Kota Palu, Sulawesi Tengah tiba-tiba kembali muncul dan membuat heboh warga sekitar pada Selasa kemarin.

Emak-Emak Berdaster Berhasil Panggil Buaya Berkalung Ban Di Palu

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak seorang perempuan berbaju merah dan berkerudung putih corak hitam tengah berdiri mematung di tengah tepi sungai seperti layaknya sedang berkomunikasi.

Tidak berapa lama kemudian tanpa di duga-duga, muncul seekor buaya berkalung ban dari dalam sungai.

Buaya yang tampak sehat itu terlihat jelas membuka mulutnya, namun tetap diam meski emak-emak berhijab tersebut berada tak jauh darinya.

Baca Juga : Bintang Sepak Bola Argentina, Maradona Meninggal Dunia

Warga pun berteriak agar si emak-emak tersebut untuk menarik ban yang ada di leher buaya, namun si emak-emak tersebut tidak bergeming sedikit pun dan lebih memilih memperhatikan buaya tersebut dengan seksama dari tempat ia berdiri.

Video ini pun lantas mejadi viral di media sosial.

Buaya Menjauh Ketika Seorang Pria Mendekat

Namun saat si buaya kian mendekat, ada seorang pria dan seorang wanita kemudian menghampiri si emak-emak berhijab tersebut. Buaya berkalung ban itu pula masuk kembali ke sungai dan sempat menghilang seketika.

Warga pun gagal menyaksikan si perempuan tersebut melepaskan kalung ban yang melilit leher sang buaya.

Sebelumnya Badan Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Provinsi Sulawesi Tengah, sempat menggelar sayembara untuk membebaskan buaya liar yang biasa berkeliaran di aliran sungai Palu hingga ke teluk Palu itu dari ban bekas yang berkalung dilehernya.

Sayembara ini digelar lantaran BKSDA Sulawesi Tengah tidak punya cukup sumber daya untuk mencari buaya malang tersebut, siapapun masyarakat yang berhasil melepaskan ban di leher buaya itu akan diberikan imbalan.

Namun sayang hingga saat ini tidak ada satupun masyarakat atau pihak tertentu yang bisa memenangkan sayembara tersebut.

Dari Panji Petualang Hingga Matt Wright Belum Mampu Tangkap Buaya Berkalung Ban Di Palu

Tak hanya menggelar sayembara, pihak BKSDA Provinsi Sulawesi Tengah juga sempat meminta bantuan dari beberapa pemerhati satwa liar untuk menolong buaya tersebut, termasuk sosok terkenal Panji si petualang.

Meski sempat mencoba namun akhirnya Panji pun gagal menjalankan misinya untuk melepaskan ban tersebut yang sudah membelenggu leher sang buaya sejak 2016 lalu, begitupun presenter Australia "Matt Wright: bersama pemerhati reptil "Chris Wilson" ikut tergerak melakukan operasi penyelamatan buaya berkalung ban pada februari 2020 silam.

Baca Juga : Misterius, Tiga Gerbong Tanpa Lokomotif Kereta Api Gajayana Jalan Sendiri

Namun usaha mereka pun tidak membuahkan hasil, sontak kemunculan kembali buaya berkalung ban tersebut membuat warga net heboh.

Viral Buaya Masuk Mall Di Palu

Masih dari Palu, pengunjung Grand Mall di Kota Palu Barat beberapa hari lalu sempat dibuat heboh dan terkejut, lantaran seekor buaya muara tiba-tiba saja muncul di parkiran mall.

Buaya yang berukuran panjang 1,9 meter memiliki lingkar badan 88 cm tersebut bahkan sempat berjalan di area parkiran mall.

Pihak dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan kota Palu yang datang ke lokasi, akhirnya bisa menangkap dan kemudian menyerahkan buaya tersebut ke pihak BKSDA setempat.

Di duga kuat bahwa buaya tersebut bisa berkeliaran sampai ke halaman mall lantaran habitat asalnya mulai terganggu, maklum saja karena lokasi Palu Grand Mall memang dekat dengan pantai Talise.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

Anda diperbolehkan untuk menyalin semua isi artikel atau link download dari blog kami ini, hanya saja dengan syarat menyertakan sumber dari blog ini.

Jika Anda menyertakan sumber dari blog kami, maka Anda tidak akan mengalami masalah teguran "Hak Cipta Dari Saya" yang dapat menyebabkan terjadinya masalah pada blog Anda.