Sniper Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Dunia - Tips Tutorial Bersama

Sabtu, 26 Desember 2020

Sniper Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Dunia

Seorang penembak runduk atau biasa dikenal sebagai sniper menjadi sebuah momok paling mematikan dalam sebuah pertempuran. Pasalnya kehadiran para sniper di medan pertempuran sangat jarang diketahui dan mereka dengan bebas mengincar musuhnya meskipun dari jarak yang sangat jauh.

Sepanjang sejarah pertempuran para sniper atau penembak jitu telah membuktikan diri sebagai mesin perang paling efektif. Tidak hanya dalam medan tempur berhutan, keganasan para sniper telah mengubah medan perkotaan dan gurun pasir menjadi kawasan tempur yang sangat berbahaya.

Keefektifan peran sniper tersebut didukung peralatan mumpuni sehingga menjadikannya cukup lihai dalam membidik targetnya, dan berikut Daftar Sniper Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Dunia.

Sniper Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Dunia

1. Billy Sing

William Edward Sing adalah tentara Australia keturunan China dan Inggris yang bertugas di pasukan kekaisaran Australia selama perang dunia pertama. Seperti yang diketahui bahwa dirinya paling dikenal sebagai penembak jitu selama kampanye Gallipoli.

Selama peperangan ia setidaknya telah berhasil membunuh sekitar 150 - 200 orang yang dikonfirmasi, namun ada sebuah bukti yang mengatakan bahwa ia telah berhasil melakukan sebanyak 300 pembunuhan.

Seperti yang sudah diketahui bahwa Billy telah berhasil menjatuhkan para korbannya di Turki dan setiap hari ia menjatuhkan sebanyak 9 orang Turki pada saat itu. Selama peperangan Billy dan rekannya Jack menempati sebuah bukit kecil yang bernama Pos Chatam.

Mereka berdua mempersiapkan segala keperluan mereka sebelum fajar dan tidak pernah meninggalkan pos mereka sampai dengan matahari terbenam.

2. Abdul The Terrible

Abdul The Terrible atau Abdul yang mengerikan, julukan ini diberikan langsung oleh tentara Australia karena ketelitian dan kecerdasan yang ditunjukkannya. Abdul sendiri adalah seorang sniper profesional angkatan darat Turki yang pernah mendapatkan bintang jasa langsung dari sultan Turki karena prestasinya.

Bagi ahli forensik profesional dengan sangat teliti, Abdul mempelajari luka dari setiap korban yang tewas oleh tentara Australia. Selain itu ia juga meneliti sudut datangnya peluru pada korban yang tewas, dan mewawancarai para saksi serta mengkonstruksikan kejadian saat korban tewas yang diakibatkan oleh peluru dari para tentara Australia.

Baca Juga : Makhluk Berukuran Raksasa Yang Pernah Menampakkan Diri

Dirinya adalah seorang sniper yang berhadapan langsung dengan Billy Sing di medan pertempuran. Sayangnya Abdul harus tewas ditangan Billy Sing karena terlambat menembakan senapannya.

3. Alvin C. York

Alvin Cullum York atau yang juga dikenal dengan Sersan York adalah salah satu Tentara Angkatan Darat Amerika Serikat yang paling bergengsi pada perang dunia pertama. Seperti yang sudah diketahui bahwa ia berhasil menerima Medal of Honor karena berhasil memimpin serangan ke sarang senapan mesin Jerman dan mengambil setidaknya satu senapan mesin, serta menewaskan sedikitnya 25 tentara musuh dan menangkap 132 tentara lainnya.

Selama peperangan York bertugas sebagai seorang sniper yang berhasil menewaskan beberapa tentara Jerman selama peperangan. Alvin York sendiri menggunakan Senapan Springfield 1903 kaliber 30.06 (7.62 mm) dan pistol Government Model 1911 kaliber 45 untuk menewaskan para tentara Jerman saat peperangan berlangsung.

4. Simo Hayha

Simo Simuna Hayha atau seorang penembak jitu dari satuan militer Finlandia. Dalam tugasnya sebagai seorang sniper ia menggunakan M28/30 produksi Finlandia varian dari senapan Mosin-Nagant dan senapan mesin ringan Suomi K-31.

Selama peperangan Hayha diyakini telah membunuh lebih dari 500 orang dan merupakan salah satu penembak jitu tertinggi dalam perang besar manapun.

Baca Juga : Motorhome Super Mewah Milik Para Orang Terkenal Didunia

Simo Hayha bertempur hanya dengan menggunakan senapan Mosin-Nagant buatan Rusia tanpa teleskop dan berhasil menembak musuhnya dari jarak lebih dari 600 yard. Dengan kemampuannya tersebut, Simo memiliki banyak sekali koleksi medali dan piala yang dimenangkannya dari berbagai pertandingan.

5. Sulo Kolkka

Sulo Kolkka adalah seorang penembak jitu asal Finlandia selama perang dunia ke-2 yang telah berhasil menewaskan lebih dari 400 tentara yang dikonfirmasi. Kolkka sendiri dilaporkan telah membunuh lebih dari 400 tentara dan perwira tentara merah selama 105 hari perang musim dingin, karena kemampuannya tersebut ia menjadi penembak jitu ke-2 yang paling mematikan dari tentara Finlandia dalam perang dunia ke-2 setelah Simo Hayha.

Namanya sendiri tidak disebutkan dalam arsip, surat kabar, atau majalah angkatan pertahanan Finlandia pada jaman itu. Namanya selalu ditemukan bahkan dalam literatur perang fiksi pasca perang dan tidak ada foto tentang dirinya.

Secara sniper atau penembak jarak jauh dengan senapan Mosin-Nagant M39, Sulo Kolkka berhasil menembak lebih dari 400 orang tentara Rusia. Tetapi diluar jumlah tersebut, ia juga menghabisi 200 orang musuh lagi dengan menggunakan submachine gun atau pistol Suomi M/1931 kaliber 9 mm Parabellum buatan Finlandia yang terkenal sangat akurat.

6. Vasily Zaitsev

Vasily Grigoryevich Zaytsev adalah seorang penembak jitu asal Unisoviet selama perang dunia ke-2, dalam peperangan tersebut ia berhasil membunuh sekitar 32 tentara Poros dengan senapan standar.

Selain itu selama Pertempuran Stalingrad ia juga berhasil membunuh sekitar 225 tentara musuh termasuk 11 penembak jitu lainnya. Zaitsev sendiri menjadi tokoh terkenal selama perang dan kemudian menjadi pahlawan Unisoviet serta dipuji karena keahliannya sebagai penembak jitu.

Baca Juga : Parasit Mengerikan Yang Menyerang Tubuh Hewan

Selama karirnya sebagai penembak jitu ia selalu menyembunyikan dirinya di berbagai lokasi seperti di daratan tinggi, di bawah reruntuhan, atau di pipa air bersama rekannya Nikolay Kulikov melatih taktik petak umpetnya dan salah satu taktik umum Zaitsev adalah mencakup area besar dari tiga posisi dengan dua orang disetiap titik penembak jitu dan pengintai.

Taktik ini dikenal sebagai "enam" masih digunakan sampai sekarang dan diterapkan selama perang di Chechnya.

7. Lyudmila Pavlichenko

Lyudmila Pavlichenko adalah salah satu sniper wanita terkenal paling mematikan sepanjang sejarah. Diketahui bahwa ia ikut terjun ke medan tempur di perang dunia 2 untuk membela Red Army, yaitu sebuah julukan untuk tentara militer Unisoviet.

Saking jitunya bidikan senapan dari Pavlichenko ia sampai dijuluki sebagai Lady Death atau  Dewi Kematian dan menjadi momok paling menakutkan bagi tentara Jerman. Reputasinya di garis medan perang sangat populer dengan 309 korban tewas yang dikonfirmasi atas namanya.

Hebatnya lagi itu hanya dilakukannya dalam hitungan bulan dan menempatkannya di jajaran penembak jitu terhebat sepanjang masa, di tahun 1943 ia menerima bintang emas pahlawan Unisoviet dan tidak pernah kembali lagi ke peperangan dan telah diangkat menjadi instruktur sniper dan telah berhasil melatih ratusan orang sniper.

8. Chris Kyle

Christopher Scott Kyle adalah seorang penembak jitu asal Amerika Serikat yang kisahnya diangkat ke sebuah film dalam judul American Sniper. Chris diklaim sebagai sniper paling mematikan dalam sejarah militer Amerika Serikat yang berhasil menerima dua Silver Star Medal dan lima Bronze Star Medal.

Diketahui bahwa Chris adalah salah satu sniper terbaik jebolan Navy SEAL Amerika Serikat, empat kali diterjunkan ke Irak Chris diketahui telah membunuh 160 orang dengan senapan jarak jauhnya.

Baca Juga : Restoran Dengan Konsep Paling Unik, Sekaligus Aneh Di Dunia

Sayang pada tahun 2013 Chris dibunuh oleh Chad Littlefield yaitu seorang veteran Marinir Amerika Serikat yang sama seperti dirinya. Sejauh ini Kyle bisa dibilang adalah salah satu penembak jitu militer Amerika Serikat yang paling mematikan di Irak, dengan sejumlah besar pembunuhan yang telah dikonfirmasi dan belum dikonfirmasi.

9. Rob Furlong

Rob Furlong adalah seorang Kopral dari satuan tempur Kanada yang telah dikonfirmasi sebagai pemegang rekor sniper terjauh dalam sejarah yaitu 2.430 meter. Rekor tersebut dibuat oleh Furlong pada tahun 2002 ketika dirinya secara langsung terlibat dalam operasi Anaconda dalam melawan tentara Al-Qaeda.

Yang saat itu Furlong melakukan tembakan ke arah musuh namun tembakan pertamanya tersebut meleset, kemudian dalam tembakan kedua yang dilakukannya hanya mengenai tas punggung dari lawannya, hingga akhirnya pada tembakan selanjutnya Furlong berhasil mengenai dada lawan dan menewaskannya.

Diketahui bahwa jarak yang diukur dalam pertempuran tersebut mencapai 2.430 meter dengan kecepatan peluru mencapai 823 mil/second.

10. Tatang Koswara

Sejauh ini sniper Indonesia terbaik datang dari Angkatan Darat TNI yang bernama Tatang Koswara, diketahui bahwa militer Indonesia sangat merahasiakan keberadaan pasukan elitnya tersebut agar tidak diketahui oleh musuh.

Karena mereka adalah salah satu pendukung keberhasilan misi di medan perang, keterampilan Tatang sendiri sebagai penembak jitu baru diketahui setelah lebih dari 30 tahun.

Selain itu ia juga memiliki rekor yang membuat negara lain mencantumkannya dalam sebuah buku Sniper Training, Techniques and Weapons karya Peter Brookesmith terbitan 2000.

Tidak hanya itu ia juga masuk dalam deretan 14 besar sniper Sniper’s Roll of Honour di dunia. Menurut pengakuannya ia telah berhasil membunuh sebanyak 80 orang pada saat menjadi penembak jitu.

Bagikan artikel ini

Tidak ada komentar: